14 Kualitas Yang Harus Anda Miliki Untuk Sukses
Orang pintar bisa berpura-pura bodoh, sedangkan orang bodoh mustahil berpura-
pura pintar. Demikian juga, orang sukses bisa
berpura-pura jadi orang biasa-biasa saja,
sedangkan orang biasa-biasa saja mustahil
berpura-pura sukses. Orang waras bisa
berpura-pura gila. Tetapi, orang gila tidak
bisa berpura-pura waras. Heheheh.
Tahukah Anda mengapa demikian?
Jawabannya karena kualitas tidak bisa
diakali!
Orang pintar dan orang sukses memiliki
kualitas yang lebih tinggi dibanding orang
bodoh dan orang biasa-biasa saja. Kualitas
orang pintar dan orang sukses melampuai
kualitas orang bodoh dan orang yang biasa-
biasa saja. Sebaliknya, kualitas orang bodoh
dan orang yang biasa-biasa saja belum
melampaui kualitas orang pintar dan orang
sukses.
Tinggi-rendahnya kualitas bukan bergantung
pada kemauan bebas kita. Ia bergantung
pada usaha kita untuk meraihnya. Kita tidak
bisa menjadi apa yang kita inginkan semau
kita. Sebaliknya, menjadi apa yang kita mau
membutuhkan proses dan perjuangan. Nah,
proses itu adalah proses akumulasi. Selain
proses akumulasi, ada syarat yang harus kita
miliki untuk menjadi apa yang kita mau.
Syarat tersebut berupa kualitas alias sifat-
sifat yang berpadu dengan diri kita. Dalam
tulisan ini, untuk menghindari keruwetan, kita
sebut sifat-sifat itu sebagai kualitas syarat .
Akumulasi kualitas syarat di dalam diri kita
akan mempertinggi kualitas kita, menuntun
kita menjadi apa yang kita mau. Agar lebih
jelas, penulis gambarkan dengan air.
Kita andaikan air mendidih adalah kualitas
yang lebih tinggi; es adalah kualitas rendah;
suhu adalah kualitas syaratnya . Nah, untuk
menghasilkan kualitas yang tinggi, yaitu air
yang mendidih, dibutuhkan akumulasi dari
kualitas syarat. Untuk merubah es menjadi
air yang mendidih dibutuhkan akumulasi
suhu.
Demikian juga kesuksesan. Kita andaikan
kesuksesan adalah kualitas yang lebih tinggi.
Untuk mencapai kualitas ini, kita perlu
mengakumulasi kualitas syarat.
Nah, jika kualitas syarat terbentuknya air
mendidih adalah suhu, maka kira-kira apa
kualitas syarat untuk mencapai kesuksesan?
Yuk kita cari tahu kualitas apa saja yang
wajib dimiliki untuk menghasilkan
kesuksesan.
1. Disiplin
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,
disiplin adalah ketaatan kepada peraturan
atau tata tertib. Disiplin berarti mampu
mengelola diri sedemikian rupa sehingga taat
kepada peraturan yang berlaku.
Dalam kaitannya dengan uapaya menuju
sukses, peraturan meliputi peraturan waktu,
peraturan keuangan, keamanan, peraturan
organisasi, dan masih banyak lagi.
Jadi, jika ingin meraih sukses, kita harus taat
terhadap peraturan waktu, keuangan,
keamanan, dan organisasi.
2. Mandiri
Mandiri berarti tidak bergantung pada orang
lain. Orang yang biasa-biasa saja senantiasa
menggantungkan usahanya kepada orang
yang dianggapnya lebih mampu. Ia tidak
memiliki kepercayaan diri untuk bertanggung
jawab terhadap apa yang diusahakannya
sendiri. Ia juga tidak memiliki kepercayaan
diri merumuskan langkah-langkah yang harus
ditempuhnya untuk meraih sukses.
Sebaliknya, ia membutuhkan arahan orang
lain dalam merumuskan langkah-langkah
yang harus ditempuhnya.
Dalam dunia usaha, tentu saja orang yang
tidak mandiri akan kalah cekat dengan
mereka yang mandiri. Saat orang yang
mandiri sudah menjalani langkah, orang yang
tidak mandiri baru meminta pengarahan
orang lain untuk merumuskan langkah yang
harus ditempuhnya.
3. Bertanggung jawab
Kualitas ketiga yang harus dimiliki untuk
sukses yaitu bertanggung jawab. Tanggung
jawab erat kaitannya dengan mandiri. Hanya
orang mandiri yang berani dan dapat
bertanggung jawab.
Dalam dunia bisnis, tanggung jawab sangat
penting. Tanpa tanggung jawab, usaha Anda
stagnan. Sebagai contoh, Anda adalah
seorang pemilik toko elektronik. Jika Anda
bertanggung jawab, Anda tidak sekadar
mendirikan toko itu dan mengisinya dengan
barang-barang yang Anda jual. Lebih jauh,
Anda akan mencari cara untuk membuat
toko itu diserbu pembeli.
Sebaliknya, jika Anda tidak bertanggung
jawab, Anda akan membiarkan toko tersebut
apa adanya. Anda tidak peduli apakah toko
tersebut laku atau tidak.
4. Kreatif
Kreatif berarti mampu untuk mencipta.
Dalam dunia bisnis, kreatifitas sangat
penting. Dengan kreatifitas, seseorang
menciptakan terobosan untuk mengatasi
masalah yang berkaitan dengan bisnisnya.
Sebagai contoh, Anda seorang pemilik toko.
Promosi sudah Anda lakukan demi
meningkatkan hasil penjualan. Tetapi, Anda
tidak berhenti di situ. Anda memiliki
terobosan untuk mendukung promosi itu
sedemikian rupa sehingga pelanggan tertarik.
Karena Anda kreatif, Anda memberikan
diskon bagi pembelian minimal 5 unit barang
elektronik, misalnya.
Jadilah pemikir. Bacalah setiap kemungkinan
dan peristiwa dan jadikan ia pelajaran.
Niscaya Anda akan menjadi orang yang
kretatif.
5. Penasaran
Penasaran bisa menjadi sumber kesuksesan.
Dengan penasaran, kita terdorong untuk
mempelajari hal-hal baru. Karena penasaran,
kita terpacu untuk menggali informasi
sebanyak-banyaknya. Akhirnya, pengetahuan
kita luas, demikian juga wawasan kita.
Pengetahuan dan wawasan tersebut dapat
menjadi sumber ide bagi bisnis kita.
Misalnya, Anda memiliki usaha penjualan
produk elektronik. Jika Anda pemilik toko
yang gampang penasaran, Anda akan
mempelajari dan menggali informasi
mengenai produk-produk elektronik terbaru.
Anda juga penasaran mengamati dinamika
pasar.
Dengan demikian, saat pasar lesu, Anda
dapat menerapkan serangkaian strategi agar
tidak merugi. Sebaliknya, saat pasar
bergeliat, Anda pun dapat menerapkan
strategi-strategi untuk menghadapinya.
Beda halnya jika Anda tidak memiliki rasa
penasaran. Anda tidak peduli dengan apa
yang terjadi di pasar. Akibatnya, Anda tidak
tahu apa yang harus Anda lakukan saat
pasar sedang bergejolak.
6. Supel dan percaya diri
Mungkinkah orang sukses tanpa memiliki
jaringan? Dunia usaha adalah dunia interaksi
antar-pelaku usaha dan antara pelaku usaha
dan konsumen. Nah, interaksi inilah yang
membentuk jaringan. Dalam jaringan ini,
seseorang dapat menawarkan produknya. Ia
juga dapat menjalin kerja sama dengan pihak
lain.
Sulit dibayangkan orang membuka usaha
tanpa memiliki jaringan. Bahkan orang yang
hanya mempromosikan komoditasnya lewat
media sosial pun harus membangun jaringan
dengan orang-orang yang berkunjung ke akun
sosial medianya. Ia harus aktif
berkomunikasi dengan orang-orang yang
menjadi calon konsumennya itu. Ia harus
mengelola konsumen sedemikian rupa
menjadi konsumen yang setia membeli
produknya.
Nah, lalu bagaimana cara membentuk
jaringan? Anda harus percaya diri dan supel.
Jika Anda sudah minder berbicara dengan
orang lain, malu meyakinkan orang lain untuk
membeli produk Anda atau untuk menjalin
kerja sama dengan Anda, maka bisa
dipastikan Anda tidak akan memiliki jaringan
yang kuat.
Konsumen Anda akan beralih kepada pelaku
usaha yang gesit dan supel mendekati
mereka. Demikin juga dengan rekan Anda.
Mereka akan menjalin kerja sama dengan
pihak yang percaya diri terhadap
kemampuannya dan percaya terhadap
kualitas barang yang ditawarkan.
7. Komitmen
Banyak orang ingin sukses tetapi tidak
memiliki komitmen yang kuat. Mereka ingin
menjadi kaya, tetapi setiap hari kerjanya
hanya main-main. Tidak ada kemauan untuk
menepis rasa malas dan menyelesaikan
pekerjaan tepat waktu. Tidak ada kemauan
untuk bergerak. Akhirnya, keinginan itu
hanya menjadi keinginan belaka.
Untuk mewujudkan impian Anda,
mewujudkan kesuksesan Anda, Anda perlu
berkomitmen. Komitmen berarti tekad dan
kemauan. Dalam kaitannya dengan sukses
karir, komitmen berarti kemauan dan tekad
untuk membangun karir dan usaha. Saat
Anda sudah berkomitmen, Anda akan
menjadi orang yang disiplin, tekun, dan rajin
melakukan berbagai langkah untuk
membangun dan mengembangkan usaha
Anda.
8. Mawas diri
Untuk meraih sukses, kita juga perlu
bermawas diri. Mawas diri artinya menyadari
kelemahan dan kekurangan. Kelemahan atau
kekurangan merupakan salah satu faktor
yang menghalangi perjalanan kita menuju
sukses.
Nah, dengan menyadari kelemahan kita, kita
bisa merumuskan cara untuk mengatasinya.
Saat kita bisa mengatasi kelemahan, itu
artinya satu rintangan sudah dilenyapkan.
Jalan menuju sukses pun semakin terbuka
lebar.
9. Fokus
Seringkali kita memiliki rencana yang
segudang banyaknya. Rencana-rencana itu
adalah rencana-rencana bagus dan memiliki
prospek ke depan. Namun demikian, sayang
sekali kita tidak bisa mewujudkan semuanya.
Mengapa demikian? Karena kita tidak fokus.
Sebanyak apapun rencana kita tidaklah
berguna jika kita tidak fokus. Saat kita tidak
fokus, proyek A belum berhasil, kita sudah
beralih ke proyek B. Saat proyek B gagal,
kita beralih ke proyek C. Saat proyek C
memakan waktu yang lama, kita beralih ke
proyek D. Saat kita tertarik melihat prospek
pada proyek E, kita meninggalkan proyek D
dan beralih ke proyek E. Akhirnya, semua
proyek gagal terwujud.
Nah, agar tidak membingungkan, fokuslah
pada satu usaha. Selesaikan terlebih dulu
usaha itu hingga tuntas. Setelah satu proyek
selesai, Anda bisa melanjutkannya ke proyek
lain.
10. Pantang menyerah
Dalam setiap langkah yang kita jalani
senantiasa terdapat rintangan yang
menghalangi. Mustahil jika jalan kita
selamanya mulus. Sebaliknya, senantiasa
ada lubang, jalan terjal, krikil dan bebatuan
yang menghambat perjalanan kita.
Orang yang mudah menyerah akan berhenti
ketika ia menemui jalan terjal atau krikil yang
menghadang. Oleh karena itu, mereka tidak
pernah sampai pada tujuan. Beda halnya
dengan orang yang pantang menyerah. Ia
menghadapi jalanan terjal dan bebatuan
sebagai tantangan yang harus ditaklukkan.
Orang yang pantang menyerah juga tekun
dalam menjalani proses menuju sukses. Ia
tidak menyerah dengan rasa bosan dan lelah
yang datang karena lamanya proses itu.
11. Berani
Untuk meraih sukses, kita juga butuh
keberanian. Kita harus berani mengambil
risiko. Tanpa keberanian mengambil risiko,
dijamin usaha kita akan stagnan. Sebagai
contoh, kita tidak berani mengorbankan uang
kita untuk menambah modal. Akibatnya,
usaha kita kalah saing dengan usaha milik
rival.
Selain keberanian mengambil risiko, kita juga
harus berani bersaing secara sportif dengan
pesaing. Dengan bersaing sportif, pasar dan
rekan bisnis dapat menilai kemampuan dan
kehebatan kita. Secara tidak langsung, itu
bisa menaikkan nilai tawar kita dan
memberikan nama baik pada usaha yang kita
miliki.
12. Integritas
Saat kita berniat membangun usaha, kita
harus memiliki integritas yang tinggi.
Integritas adalah kejujuran. Ia juga dapat
dimaknai sebagai sifat berprinsip. Integritas
juga dapat merujuk pada semua sifat yang
terpuji.
Membangun bisnis tentu butuh integritas.
Dengan integirtas, kita berkomitmen
terhadap apa yang kita lakukan. Dengan
integritas kita menepati semua janji kepada
pelanggan. Selain itu, rekan juga
mempercayai tindakan dan ucapan kita.
13. Berpikir positif
Untuk meraih sukses, kita harus berpikir
positif. Saat berpikir positif, kita melihat
segala sesuatu dengan positif. Saat kita
melihat segala sesuatu dengan positif, maka
kita dapat melihat hikmah di balik segala
sesuatu, di balik setiap peristiwa. Saat kita
bisa melihat hikmah di balik segala sesuatu,
kita dapat mengambil manfaat darinya.
Dalam kaitannya dengan sukses berusaha,
ada contoh yang menarik mengenai orang-
orang yang meraih sukses karena selalu
berpikir positif.
Saat gunung Merapi meletus beberapa tahun
silam, semua orang berduka. Terlebih para
penduduk di sekitaran gunung itu. Letusan,
muntahan pasir, dan lahar dingin
memporakporandakan pemukiman. Tampak
tidak ada yang tersisa yang dapat dijadikan
sebagai sumber penghidupan.
Namun demikian, tidak bagi mereka yang
mampu berpikir positif. Mereka sanggup
bangkit lagi sekalipun semuanya telah
hancur. Lahar dingin yang bagi kebanyakan
orang tidak memiliki manfaat apa-apa, bagi
mereka yang berpikir positif dapat dijadikan
sebagai sumber pencaharian. Mereka
memanfaatkan lahar dingin untuk bercocok
tanam dan menghasilkan kerajinan tangan
untuk dijual. Mereka juga menyulap pasir
yang memporakporandakan pemukiman
mereka menjadi uang. Hasilnya, kehidupan
pun berjalan lagi. Roda ekonomi kembali
berputar. Bencana tidak dapat menghentikan
mereka untuk terus hidup dan berkarya.
(Cerita di atas tidak dimaksudkan untuk
meremehkan penderitaan saudara-saudara
kita yang terkena dampak bencana gunung
Merapi. Cerita di atas hanya dimaksudkan
untuk menggambarkan orang-orang yang
selalu berpikir positif.)
14. Cekatan
“ Talk less, do more !” begitu kata orang
mengomentari mereka yang suka omdo alias
omong doang, besar di omongan.
Orang yang omdo tidak akan meraih sukses.
Bagaimana ia akan sukses jika ia hanya
banyak bicara, tetapi nol tindakan? Sehebat
apa pun idenya, jika ia tidak segera
merealisasikannya, percuma saja. Yang ada,
ide itu direbut oleh orang yang cekatan, yang
talk less, do more .
Oleh karena itu, untuk meraih sukses, kita
harus menjadi orang yang cekatan.
Nilai lebih orang cekatan adalah dipercaya
oleh kolega atau pun konsumen. Saat ia
mengajak orang lain bekerja sama
dengannya, ia tidak hanya bilang ya tanpa
ada realisasinya. Sebalinya, saat ia
mengucap ya, ia serius dengan ucapannya
itu. Ia langsung bergerak untuk
merealisasikan rencana-rencananya.
Empat belas kualitas di atas merupakan
syarat yang harus ada untuk meraih sukses.
Namun demikian, saat Anda memiliki
kualitas-kualitas tersebut, tidak lantas Anda
menjadi orang yang sukses. Syarat
terbentuknya kualitas baru atau kualitas yang
lebih tinggi adalah akumulasi kualitas syarat .
Jadi, selain memiliki kualitas-kualitas di atas,
Anda juga harus mengakumulasinya. Artinya,
jadikan kualitas-kualitas itu sebagai
kebiasaan Anda .
Sukses tidak akan diraih manakala dalam
menerapkan kualitas-kualitas di atas, Anda
tidak konsisten, alias hangat-hangat tahi
ayam . Hari ini Anda disiplin, tetapi besoknya
tidak. Hari ini Anda jujur, tetapi besoknya
Anda banyak berbohong. Jika seperti itu,
mustahil Anda akan meraih sukses.
Oleh karena itu, jadikan kualitas-kualitas di
atas sebagai kebiasaan. Semakin rutin Anda
menerapkan kualitas-kualitas tersebut dalam
keseharian, kualitas Anda akan semakin
tinggi. Pada akhirnya, Anda akan meraih
sukses.
Nah, sudahkah Anda memiliki kualitas-
kualitas di atas? Sudahkah Anda menjadikan
kualitas-kualitas di atas sebagai kebiasaan?
Orang pintar bisa berpura-pura bodoh, sedangkan orang bodoh mustahil berpura-
pura pintar. Demikian juga, orang sukses bisa
berpura-pura jadi orang biasa-biasa saja,
sedangkan orang biasa-biasa saja mustahil
berpura-pura sukses. Orang waras bisa
berpura-pura gila. Tetapi, orang gila tidak
bisa berpura-pura waras. Heheheh.
Tahukah Anda mengapa demikian?
Jawabannya karena kualitas tidak bisa
diakali!
Orang pintar dan orang sukses memiliki
kualitas yang lebih tinggi dibanding orang
bodoh dan orang biasa-biasa saja. Kualitas
orang pintar dan orang sukses melampuai
kualitas orang bodoh dan orang yang biasa-
biasa saja. Sebaliknya, kualitas orang bodoh
dan orang yang biasa-biasa saja belum
melampaui kualitas orang pintar dan orang
sukses.
Tinggi-rendahnya kualitas bukan bergantung
pada kemauan bebas kita. Ia bergantung
pada usaha kita untuk meraihnya. Kita tidak
bisa menjadi apa yang kita inginkan semau
kita. Sebaliknya, menjadi apa yang kita mau
membutuhkan proses dan perjuangan. Nah,
proses itu adalah proses akumulasi. Selain
proses akumulasi, ada syarat yang harus kita
miliki untuk menjadi apa yang kita mau.
Syarat tersebut berupa kualitas alias sifat-
sifat yang berpadu dengan diri kita. Dalam
tulisan ini, untuk menghindari keruwetan, kita
sebut sifat-sifat itu sebagai kualitas syarat .
Akumulasi kualitas syarat di dalam diri kita
akan mempertinggi kualitas kita, menuntun
kita menjadi apa yang kita mau. Agar lebih
jelas, penulis gambarkan dengan air.
Kita andaikan air mendidih adalah kualitas
yang lebih tinggi; es adalah kualitas rendah;
suhu adalah kualitas syaratnya . Nah, untuk
menghasilkan kualitas yang tinggi, yaitu air
yang mendidih, dibutuhkan akumulasi dari
kualitas syarat. Untuk merubah es menjadi
air yang mendidih dibutuhkan akumulasi
suhu.
Demikian juga kesuksesan. Kita andaikan
kesuksesan adalah kualitas yang lebih tinggi.
Untuk mencapai kualitas ini, kita perlu
mengakumulasi kualitas syarat.
Nah, jika kualitas syarat terbentuknya air
mendidih adalah suhu, maka kira-kira apa
kualitas syarat untuk mencapai kesuksesan?
Yuk kita cari tahu kualitas apa saja yang
wajib dimiliki untuk menghasilkan
kesuksesan.
1. Disiplin
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,
disiplin adalah ketaatan kepada peraturan
atau tata tertib. Disiplin berarti mampu
mengelola diri sedemikian rupa sehingga taat
kepada peraturan yang berlaku.
Dalam kaitannya dengan uapaya menuju
sukses, peraturan meliputi peraturan waktu,
peraturan keuangan, keamanan, peraturan
organisasi, dan masih banyak lagi.
Jadi, jika ingin meraih sukses, kita harus taat
terhadap peraturan waktu, keuangan,
keamanan, dan organisasi.
2. Mandiri
Mandiri berarti tidak bergantung pada orang
lain. Orang yang biasa-biasa saja senantiasa
menggantungkan usahanya kepada orang
yang dianggapnya lebih mampu. Ia tidak
memiliki kepercayaan diri untuk bertanggung
jawab terhadap apa yang diusahakannya
sendiri. Ia juga tidak memiliki kepercayaan
diri merumuskan langkah-langkah yang harus
ditempuhnya untuk meraih sukses.
Sebaliknya, ia membutuhkan arahan orang
lain dalam merumuskan langkah-langkah
yang harus ditempuhnya.
Dalam dunia usaha, tentu saja orang yang
tidak mandiri akan kalah cekat dengan
mereka yang mandiri. Saat orang yang
mandiri sudah menjalani langkah, orang yang
tidak mandiri baru meminta pengarahan
orang lain untuk merumuskan langkah yang
harus ditempuhnya.
3. Bertanggung jawab
Kualitas ketiga yang harus dimiliki untuk
sukses yaitu bertanggung jawab. Tanggung
jawab erat kaitannya dengan mandiri. Hanya
orang mandiri yang berani dan dapat
bertanggung jawab.
Dalam dunia bisnis, tanggung jawab sangat
penting. Tanpa tanggung jawab, usaha Anda
stagnan. Sebagai contoh, Anda adalah
seorang pemilik toko elektronik. Jika Anda
bertanggung jawab, Anda tidak sekadar
mendirikan toko itu dan mengisinya dengan
barang-barang yang Anda jual. Lebih jauh,
Anda akan mencari cara untuk membuat
toko itu diserbu pembeli.
Sebaliknya, jika Anda tidak bertanggung
jawab, Anda akan membiarkan toko tersebut
apa adanya. Anda tidak peduli apakah toko
tersebut laku atau tidak.
4. Kreatif
Kreatif berarti mampu untuk mencipta.
Dalam dunia bisnis, kreatifitas sangat
penting. Dengan kreatifitas, seseorang
menciptakan terobosan untuk mengatasi
masalah yang berkaitan dengan bisnisnya.
Sebagai contoh, Anda seorang pemilik toko.
Promosi sudah Anda lakukan demi
meningkatkan hasil penjualan. Tetapi, Anda
tidak berhenti di situ. Anda memiliki
terobosan untuk mendukung promosi itu
sedemikian rupa sehingga pelanggan tertarik.
Karena Anda kreatif, Anda memberikan
diskon bagi pembelian minimal 5 unit barang
elektronik, misalnya.
Jadilah pemikir. Bacalah setiap kemungkinan
dan peristiwa dan jadikan ia pelajaran.
Niscaya Anda akan menjadi orang yang
kretatif.
5. Penasaran
Penasaran bisa menjadi sumber kesuksesan.
Dengan penasaran, kita terdorong untuk
mempelajari hal-hal baru. Karena penasaran,
kita terpacu untuk menggali informasi
sebanyak-banyaknya. Akhirnya, pengetahuan
kita luas, demikian juga wawasan kita.
Pengetahuan dan wawasan tersebut dapat
menjadi sumber ide bagi bisnis kita.
Misalnya, Anda memiliki usaha penjualan
produk elektronik. Jika Anda pemilik toko
yang gampang penasaran, Anda akan
mempelajari dan menggali informasi
mengenai produk-produk elektronik terbaru.
Anda juga penasaran mengamati dinamika
pasar.
Dengan demikian, saat pasar lesu, Anda
dapat menerapkan serangkaian strategi agar
tidak merugi. Sebaliknya, saat pasar
bergeliat, Anda pun dapat menerapkan
strategi-strategi untuk menghadapinya.
Beda halnya jika Anda tidak memiliki rasa
penasaran. Anda tidak peduli dengan apa
yang terjadi di pasar. Akibatnya, Anda tidak
tahu apa yang harus Anda lakukan saat
pasar sedang bergejolak.
6. Supel dan percaya diri
Mungkinkah orang sukses tanpa memiliki
jaringan? Dunia usaha adalah dunia interaksi
antar-pelaku usaha dan antara pelaku usaha
dan konsumen. Nah, interaksi inilah yang
membentuk jaringan. Dalam jaringan ini,
seseorang dapat menawarkan produknya. Ia
juga dapat menjalin kerja sama dengan pihak
lain.
Sulit dibayangkan orang membuka usaha
tanpa memiliki jaringan. Bahkan orang yang
hanya mempromosikan komoditasnya lewat
media sosial pun harus membangun jaringan
dengan orang-orang yang berkunjung ke akun
sosial medianya. Ia harus aktif
berkomunikasi dengan orang-orang yang
menjadi calon konsumennya itu. Ia harus
mengelola konsumen sedemikian rupa
menjadi konsumen yang setia membeli
produknya.
Nah, lalu bagaimana cara membentuk
jaringan? Anda harus percaya diri dan supel.
Jika Anda sudah minder berbicara dengan
orang lain, malu meyakinkan orang lain untuk
membeli produk Anda atau untuk menjalin
kerja sama dengan Anda, maka bisa
dipastikan Anda tidak akan memiliki jaringan
yang kuat.
Konsumen Anda akan beralih kepada pelaku
usaha yang gesit dan supel mendekati
mereka. Demikin juga dengan rekan Anda.
Mereka akan menjalin kerja sama dengan
pihak yang percaya diri terhadap
kemampuannya dan percaya terhadap
kualitas barang yang ditawarkan.
7. Komitmen
Banyak orang ingin sukses tetapi tidak
memiliki komitmen yang kuat. Mereka ingin
menjadi kaya, tetapi setiap hari kerjanya
hanya main-main. Tidak ada kemauan untuk
menepis rasa malas dan menyelesaikan
pekerjaan tepat waktu. Tidak ada kemauan
untuk bergerak. Akhirnya, keinginan itu
hanya menjadi keinginan belaka.
Untuk mewujudkan impian Anda,
mewujudkan kesuksesan Anda, Anda perlu
berkomitmen. Komitmen berarti tekad dan
kemauan. Dalam kaitannya dengan sukses
karir, komitmen berarti kemauan dan tekad
untuk membangun karir dan usaha. Saat
Anda sudah berkomitmen, Anda akan
menjadi orang yang disiplin, tekun, dan rajin
melakukan berbagai langkah untuk
membangun dan mengembangkan usaha
Anda.
8. Mawas diri
Untuk meraih sukses, kita juga perlu
bermawas diri. Mawas diri artinya menyadari
kelemahan dan kekurangan. Kelemahan atau
kekurangan merupakan salah satu faktor
yang menghalangi perjalanan kita menuju
sukses.
Nah, dengan menyadari kelemahan kita, kita
bisa merumuskan cara untuk mengatasinya.
Saat kita bisa mengatasi kelemahan, itu
artinya satu rintangan sudah dilenyapkan.
Jalan menuju sukses pun semakin terbuka
lebar.
9. Fokus
Seringkali kita memiliki rencana yang
segudang banyaknya. Rencana-rencana itu
adalah rencana-rencana bagus dan memiliki
prospek ke depan. Namun demikian, sayang
sekali kita tidak bisa mewujudkan semuanya.
Mengapa demikian? Karena kita tidak fokus.
Sebanyak apapun rencana kita tidaklah
berguna jika kita tidak fokus. Saat kita tidak
fokus, proyek A belum berhasil, kita sudah
beralih ke proyek B. Saat proyek B gagal,
kita beralih ke proyek C. Saat proyek C
memakan waktu yang lama, kita beralih ke
proyek D. Saat kita tertarik melihat prospek
pada proyek E, kita meninggalkan proyek D
dan beralih ke proyek E. Akhirnya, semua
proyek gagal terwujud.
Nah, agar tidak membingungkan, fokuslah
pada satu usaha. Selesaikan terlebih dulu
usaha itu hingga tuntas. Setelah satu proyek
selesai, Anda bisa melanjutkannya ke proyek
lain.
10. Pantang menyerah
Dalam setiap langkah yang kita jalani
senantiasa terdapat rintangan yang
menghalangi. Mustahil jika jalan kita
selamanya mulus. Sebaliknya, senantiasa
ada lubang, jalan terjal, krikil dan bebatuan
yang menghambat perjalanan kita.
Orang yang mudah menyerah akan berhenti
ketika ia menemui jalan terjal atau krikil yang
menghadang. Oleh karena itu, mereka tidak
pernah sampai pada tujuan. Beda halnya
dengan orang yang pantang menyerah. Ia
menghadapi jalanan terjal dan bebatuan
sebagai tantangan yang harus ditaklukkan.
Orang yang pantang menyerah juga tekun
dalam menjalani proses menuju sukses. Ia
tidak menyerah dengan rasa bosan dan lelah
yang datang karena lamanya proses itu.
11. Berani
Untuk meraih sukses, kita juga butuh
keberanian. Kita harus berani mengambil
risiko. Tanpa keberanian mengambil risiko,
dijamin usaha kita akan stagnan. Sebagai
contoh, kita tidak berani mengorbankan uang
kita untuk menambah modal. Akibatnya,
usaha kita kalah saing dengan usaha milik
rival.
Selain keberanian mengambil risiko, kita juga
harus berani bersaing secara sportif dengan
pesaing. Dengan bersaing sportif, pasar dan
rekan bisnis dapat menilai kemampuan dan
kehebatan kita. Secara tidak langsung, itu
bisa menaikkan nilai tawar kita dan
memberikan nama baik pada usaha yang kita
miliki.
12. Integritas
Saat kita berniat membangun usaha, kita
harus memiliki integritas yang tinggi.
Integritas adalah kejujuran. Ia juga dapat
dimaknai sebagai sifat berprinsip. Integritas
juga dapat merujuk pada semua sifat yang
terpuji.
Membangun bisnis tentu butuh integritas.
Dengan integirtas, kita berkomitmen
terhadap apa yang kita lakukan. Dengan
integritas kita menepati semua janji kepada
pelanggan. Selain itu, rekan juga
mempercayai tindakan dan ucapan kita.
13. Berpikir positif
Untuk meraih sukses, kita harus berpikir
positif. Saat berpikir positif, kita melihat
segala sesuatu dengan positif. Saat kita
melihat segala sesuatu dengan positif, maka
kita dapat melihat hikmah di balik segala
sesuatu, di balik setiap peristiwa. Saat kita
bisa melihat hikmah di balik segala sesuatu,
kita dapat mengambil manfaat darinya.
Dalam kaitannya dengan sukses berusaha,
ada contoh yang menarik mengenai orang-
orang yang meraih sukses karena selalu
berpikir positif.
Saat gunung Merapi meletus beberapa tahun
silam, semua orang berduka. Terlebih para
penduduk di sekitaran gunung itu. Letusan,
muntahan pasir, dan lahar dingin
memporakporandakan pemukiman. Tampak
tidak ada yang tersisa yang dapat dijadikan
sebagai sumber penghidupan.
Namun demikian, tidak bagi mereka yang
mampu berpikir positif. Mereka sanggup
bangkit lagi sekalipun semuanya telah
hancur. Lahar dingin yang bagi kebanyakan
orang tidak memiliki manfaat apa-apa, bagi
mereka yang berpikir positif dapat dijadikan
sebagai sumber pencaharian. Mereka
memanfaatkan lahar dingin untuk bercocok
tanam dan menghasilkan kerajinan tangan
untuk dijual. Mereka juga menyulap pasir
yang memporakporandakan pemukiman
mereka menjadi uang. Hasilnya, kehidupan
pun berjalan lagi. Roda ekonomi kembali
berputar. Bencana tidak dapat menghentikan
mereka untuk terus hidup dan berkarya.
(Cerita di atas tidak dimaksudkan untuk
meremehkan penderitaan saudara-saudara
kita yang terkena dampak bencana gunung
Merapi. Cerita di atas hanya dimaksudkan
untuk menggambarkan orang-orang yang
selalu berpikir positif.)
14. Cekatan
“ Talk less, do more !” begitu kata orang
mengomentari mereka yang suka omdo alias
omong doang, besar di omongan.
Orang yang omdo tidak akan meraih sukses.
Bagaimana ia akan sukses jika ia hanya
banyak bicara, tetapi nol tindakan? Sehebat
apa pun idenya, jika ia tidak segera
merealisasikannya, percuma saja. Yang ada,
ide itu direbut oleh orang yang cekatan, yang
talk less, do more .
Oleh karena itu, untuk meraih sukses, kita
harus menjadi orang yang cekatan.
Nilai lebih orang cekatan adalah dipercaya
oleh kolega atau pun konsumen. Saat ia
mengajak orang lain bekerja sama
dengannya, ia tidak hanya bilang ya tanpa
ada realisasinya. Sebalinya, saat ia
mengucap ya, ia serius dengan ucapannya
itu. Ia langsung bergerak untuk
merealisasikan rencana-rencananya.
Empat belas kualitas di atas merupakan
syarat yang harus ada untuk meraih sukses.
Namun demikian, saat Anda memiliki
kualitas-kualitas tersebut, tidak lantas Anda
menjadi orang yang sukses. Syarat
terbentuknya kualitas baru atau kualitas yang
lebih tinggi adalah akumulasi kualitas syarat .
Jadi, selain memiliki kualitas-kualitas di atas,
Anda juga harus mengakumulasinya. Artinya,
jadikan kualitas-kualitas itu sebagai
kebiasaan Anda .
Sukses tidak akan diraih manakala dalam
menerapkan kualitas-kualitas di atas, Anda
tidak konsisten, alias hangat-hangat tahi
ayam . Hari ini Anda disiplin, tetapi besoknya
tidak. Hari ini Anda jujur, tetapi besoknya
Anda banyak berbohong. Jika seperti itu,
mustahil Anda akan meraih sukses.
Oleh karena itu, jadikan kualitas-kualitas di
atas sebagai kebiasaan. Semakin rutin Anda
menerapkan kualitas-kualitas tersebut dalam
keseharian, kualitas Anda akan semakin
tinggi. Pada akhirnya, Anda akan meraih
sukses.
Nah, sudahkah Anda memiliki kualitas-
kualitas di atas? Sudahkah Anda menjadikan
kualitas-kualitas di atas sebagai kebiasaan?

Comments
Post a Comment